Majapahit dan Indonesia

2,615 Dilihat
Gambar dapat memiliki Hak Cipta

Mendengar kisah ataupun membaca sejarah tentang Kerajaan Majapahit adalah sebuah aktivitas yang mungkin jarang dilakukan pada masa kini, menyaksikan film atau membaca komik bertema super hero dari negara lain, bisa jadi adalah hal yang lebih sering dilakukan oleh generasi bangsa Indonesia di era milenial. Bahkan bukan suatu hal yang tidak mungkin, ternyata para orang tua dari generasi milenial inipun sudah tidak paham lagi dengan salah satu sejarah dari bangsa Indonesia ini ….

Sejarah Kerajaan Majapahit, sebagai salah satu dari sejarah Nusantara, sejarah Bangsa Indonesia dan sejarah Dunia seharusnya menjadi sebuah kebanggaan Bangsa Indonesia dan diturunkan terus menerus kepada generasi generasi selanjutnya, tetapi entah apakah hal ini mau dilakukan atau tidak, semua kembali kepada apa, siapa dan bagaimana menyikapinya terhadap konsep mencintai Tanah Air Indonesia.

Panjang Punjung Pasir Wukir

Kraton Majapahit dikenal luas sebagai negara yang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem, kerta raharja. Dalam pakem pedalangan diterangkan, panjang dawa pocapane berarti mempunyai sejarah yang lama. Suatu bangsa yang akar historisnya dapat ditelusuri akan menambah kepercayaan diri yang kuat. Dengan membandingkan peristiwa lalu dan peristiwa yang sedang berlangsung akan mudah mencari jalan keluar dari setiap persoalan yang memiliki nilai kesamaan.

Kegagalan dan keberhasilan masa lalu akan memberikan pelajaran yang sangat berharga. Sebab-sebab kegagalan dan keberhasilan itu ada yang karena kesengajaan dan ada yang karena tidak sengaja. Demikian pula dengan Majapahit, sebagai sebuah negara besar telah tampil menjadi kerajaan yang disegani dalam panggung sejarah nasional dan dunia.

Arti kata punjung adalah luhur kewibawaannya. Kewibawaan negara Majapahit diperoleh dari pengakuan rakyat dalam negeri dan pengakuan kedaulatan dari negara-negara lain. Rakyat yang sejahtera lahir batin dan negara tetangga yang mendaptkan hutang budi merupakan modal pokok negara Majapahit untuk tampil terkemuka. Berbeda dengan suatu negara yang dirundung gejolak politik, kerusuhan, kemiskinan, tentu saja rakyatnya akan melakukan upaya-upaya penggulingan kekuasaan dan negara lain tentu berpikir ulang untuk memberikan pengakuannya. Oleh karena itu semaksimal mungkin setiap warga negara aktif dalam membangun kemakmuran bersama untuk negaranya. Dan para pemimpin negara juga dituntut memiliki visi yang cerdas, tidak korup dam menjunjung supremasi hukum.

Pasir dimaknai sebagai samudra, penggunaan kata pasir tentu berdasarkan realita bahwa Majapahit memiliki wilayah yang sebagian besar adalah Samudra Raya. Harus diakui bahwa samudra atau lautan merupakan sumber kekayaan alam yang berlimpah ruah. Disana terdapat sumber daya laut yang sangat besar dan merupakan jalur perdagangan, pelayaran dan pelabuhan Majapahit. Bahan tambang juga banyak terdapat di dasar samudra. Produksi Garam secara besar dapat dilakukan disekitar laut, keragaman hayati, tumbuhan kaut dan ikan-ikan yang mendatangkan kemakmuran. Oleh karena itulah Kerajaan Majapahit juga memiliki armada kelautan yang kuat pada waktu itu. Hal ini dapat menjadi untuk saat ini bahwa penting bagi masyarakat dan negara menguasai teknologi dan ilmu kelautan.

Wukir, adalah gunung. Keraton Majapahit dikelilingi oleh panorama gunung dan alam yang permai. Adanya pegunungan menunjukkan bahwa tingkat kesuburan tanah di kerajaan Majapahit adalah menjadi sebuah aset kerajaan dalam mewujudkan pertanian yang terbaik. Hutan-hutan Majapahit memuat kekayaan yang luar biasa, baik kekayaan akan tanaman dan manfaatnya, juga hewan dan seisinya. Semua dikelola dengan baik pada masa Majapahit, pengelolaan hutan yang terbuka, adil dan teratur membuka dan memberikan kesempatan memakmurkan rakyat Majapahit. Dimana pengelolaan secara penuh mengikuti aturan kerajaan dan bukan menjadi monopoli kepentingan pengelolaan oleh kelompok kelompok.

Pegunungan yang indah di masa Majapahit juga menjadi sebuah sebuah keuntungan bagi Majapahit, karena kekayaan udara yang bersih dan segar membuat siklus kehidupan dan situasinya tenteram dan damai.

Jadi bukanlah sebuah isapan jempol ketika Kerajaan Majapahit pada waktu itu disebut dengan Panjang Punjung, Pasir Wukir, dan warisan peninggalan panjang punjung pasir wukir itu adalah INDONESIA kita saat ini.

Kerajaan Majapahit telah mewariskan zaman ke emasan dan kejayaan yang pantas dikenang sepanjang masa, karena telah mampu menunjukkan jati dirinya. Seluruh kawasan dibawah naungannya merasa nyaman dalam pengayomannya. Kesuksesan Kerajaan Majapahit dalam mencapai kebesarannya berpangkal tolak dari prinsip pekerti, pakerti dan pakarti, yaitu kerja keras yang dilandasi pada moralitas dan intelektualitas.

Lalu bagaimana dan peran kita dalam menyikapinya saat ini ? ….. 🙂

/red