Seminar Pertanian Organis

1,214 Dilihat

BELAJAR MENGENAL EKOLOGIS LEWAT SEMINAR

Ketua Pemuda Katolik Kota Bogor memberikan sambutan.

Pemuda sebagai salah satu Sumber Daya Manusia

yang menjadi pelopor pembangunan adalah sebuah hal yang nisbi harus dilakukan, di penghujung bulan Agustus 2019, Organisasi Pemuda Katolik Komisariat Cabang Kota Bogor, bersama Yayasan Bina Sarana Bakti dan didukung oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Bogor menyelenggarakan sebuah seminar singkat pengenalan sebuah aktivitas yang sangat berwawasan lingkungan, dengan tajuk seminar PERTANIAN ORGANIS, diharapkan setelah mengikuti seminar singkat ini, dapat memberikan pencerahan sebuah aktivitas lingkungan yang juga memberikan manfaat secara ke ekonomian bagi kaum muda.

Semangat ekologis merupakan sesuatu yang penting dalam membangun bangsa Indonesia. Sebab, konsepsi kebangsaan mengandaikan persatuan integratif antara Tuhan, Manusia dan Lingkungan Hidup. Tanpa ketiga hal itu keberlangsungan Indonesia menjadi tidak mungkin. Seiring dengan perkembangan zaman, sektor pertanian juga ikut berkembang menjadi lebih luas. Jika dulu pertanian sering didefinisikan hanya sebatas kegiatan bercocok tanam, saat ini dianggap sebagai keseluruhan proses mulai dari produksi oleh produsen hingga produk sampai di tangan konsumen. Topik bahasan seputar pertanian memang menarik diulas. Sebab, pada dasarnya pertanian merupakan suatu kegiatan ekonomi masyarakat untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Teori ekonomi klasik telah mengajarkan bahwa apabila produsen menginginkan keuntungan maksimal, maka sumber daya yang ada harus dimanfaatkan sebesar-besarnya.

Akan tetapi, teori ini sepenuhnya disadari oleh banyak kalangan, bahwa dalam pemanfaatan sumberdaya perlu memperhatikan aspek keberlanjutan. Aspek keberlanjutan di bidang pertanian erat hubungannya dengan aspek ekologi. Pertanian modern/konvensional sangat tergantung pada input kimia buatan (pupuk dan pestisida), benih hibrida dan mekanisasi dengan memanfaatkan bahan bakar minyak dan juga irigasi. Sistem pertanian ini mengkonsumsi sumber-sumber yang tak dapat diperbarui, seperti minyak bumi dan fosfat dalam tingkat yang membahayakan. Sistem pertanian seperti ini berorientasi pasar dan membutuhkan modal besar.

Pemanfaatan input buatan yang berlebihan dan tidak seimbang dalam sistem konvensional bisa menimbulkan dampak besar terhadap situasi ekologi, ekonomi dan sosiopolitik, di antaranya ketergantungan yang semakin meningkat terhadap pestisida dan pupuk buatan. Input tersebut telah mencemari sungai dan air tanah dalam tingkat yang membahayakan.

Sejak akhir tahun delapan puluhan, mulai tampak tanda-tanda terjadinya kelelahan pada tanah dan penurunan produktivitas pada hampir semua jenis tanaman yang diusahakan. Hasil tanaman tidak menunjukkan kecenderungan meningkat walaupun telah digunakan varietas unggul yang memerlukan pemeliharaan dan pengelolaan hara secara intensif melalui bermacam-macam paket teknologi.

Penerapan sistem pertanian alternatif yang berwawasan lingkungan merupakan konsep yang pemasyarakatannya memerlukan waktu yang relatif panjang. Oleh karena itu diperlukan diseminasi terus menerus konsep pengelolaan lahan secara organik agar sistem pertanian di Indonesia menjadi sistem pertanian yang berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Dengan Berlatar belakang ingin menggali lebih dalam tentang pola hidup dan lingkungan yang sehat yang bisa  ciptakan dan di lakukan bersama untuk mengantisipasi fenomena alam dewasa ini Pemuda katolik komcab kota bogor bekerja sama dengan Yayasan Bina Sarana Bhakti dan KNPI Kota Bogor mengerlar sebuah seminar pertanian organis (24/8/19) di gedung KNPI kota bogor yang terletak di kawasan GOR pajajaran Bogor.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Bogor Robertus Gatot Arianto dalam sambutannya  berharap agar diskusi-diskusi seperti ini terus dilakukan dan bukan hanya berakir pada disiskusi namun pada suatu aksi nyata yang di lakukan antara Pemuda katolik komcab kota Bogor  bersama KNPI Kota Bogor agar dapat memberikan wadah dalam menciptakan UMKM yang baru bagi semua anggota Kader dan juga masyarakat pada umumnya.begitu juga dengan ketua KNPI KOTA Bogor yang di wakilkan oleh Anjas Andhika Barus, Sekretaris KNPI Kota Bogor dalam sambutannya juga menyampaikan “diskusi-diskusi seperti ini ini terus kita lakukan bersama, sehingga memberikan wawasan yang baru tentang hal baru dalam hal ini pertanian ekologis, karena kader KNPI sendiri merupakan yang notabene anak muda kadang tidak terlalu peduli dengan hal-hal seperti ini,langkah saat ini sudah sangat bangus dan kita akan selalu dukung dan juga berharap agar tidak hanya berhenti di dalam ruangan seminar namun harus terwujud dalam kerjanyata dalam lapangan, tuturnya. (Enoz Raja)

Pemerhati dan peserta, bersama nara sumber.

 

Foto bersama beberapa peserta seminar.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.